Penerbit-penerbit Kartu Kredit Besar Setop Transaksi Crypto

Jumlah penerbit kartu kredit di Amerika Serikat yang tidak mau melayani transaksi cryptocurrency atau mata uang digital terus bertambah.

JPMorgan Chase & Co, Bank of America Corp, dan Citigroup Inc megatakan mereka menghentikan transaksi pembelian bitcoin dan koin digital lainnya yang menggunakan kartu kredit mereka. JPMorgan mulai memberlakukan penghentian ini sejak Sabtu (3/2) karena perusahaan tidak ingin terpapar risiko kredit terkait transaksi crypto. Demikian disampaikan juru bicara JPMorgan, Mary Jane Rogers.

Juru Bicara Bank of America Betty Riess mengatakan pihaknya berhenti melayani transaksi crypto sejak Jumat. Kebijakan ini berlaku untuk semua kartu kredit personal dan bisnis. Kartu debit masih bisa digunakan.

Di hari yang sama, Citigroup mengatakan akan memberhentikan pembelian crypto menggunakan kartu kreditnya. “Kami akan terus meninjau kembali kebijakan ini seiring dengan perkembangan pasar,” kata juru bicara Jennifer Bombardier.

Selain itu, Capital One Financial Corp dan Discover Financial Services mengatakan mereka tidak melayani transaksi crypto.

Harga bitcoin jatuh ke bawah level US$ 9.000 atau lebih dari 50 persen dari level tertingginya akhir tahun lalu. Beberapa pengamat sudah memperingatkan bahwa gelembung bitcoin akan pecah. Menurut data Coinmarketcap.com, harga bitcoin turun 0,84 persen ke US$ 8.791,45. Sementara, Ethereum jatuh 3,66 persen ke US$ 903,39, dan Tether turun 1,57 persen.

Membiayai kredit crypto memiliki risiko besar bagi perusahaan kartu kredit karena jika spekulasi pemilik kartu kredit gagal, maka hampir dipastikan dia tidak akan bisa membayar. Crypto juga dapat digunakan untuk mencuci uang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *