Pembobol Uang Nasabah Bank Tukarkan Hasil Curiannya ke Bitcoin agar Sulit Disidik

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, komplotan pembobol uang nasabah bank menukarkan hasil curiannya ke mata uang virtual bitcoin.

Tujuannya untuk menyulitkan penyidikan polisi. “Ada yang sebagian dipindahkan ke bitcoin untuk mempersulit penyidikan yang dilakukan oleh Polri,” ujar Nico saat merilis kasus tersebut di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018).

Penyidik masih terus mendalami soal penukaran uang ke bitcoin itu. Polisi bekerja sama dengan sejumlah pihak yang memiliki otoritas, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). “Mengenai masalah bitcoin tentunya kami masih bekerja sama dengan OJK, perbankan, dengan BI untuk mendalami itu,” kata dia.

Nico menjelaskan, para pelaku jarang mengambil uang yang mereka bobol secara tunai. Uang hasil pembobolan itu biasanya ditransfer ke rekening lain.

Para pelaku hanya mencairkan uang tunai untuk keperluan sehari-hari mereka.

“Uang cash yang sudah kami sita kurang lebih ada Rp 70 juta. Uang diambil cash hanya untuk kebutuhan sehari-hari, untuk buka hotel, makan, dan seterusnya. Sebagian besar ditransfer,” ucap Nico.

Lima anggota komplotan pembobol uang ATM dengan metode skimming yang ditangkap polisi bernama Caitanovici Andrean Stepan, Raul Kalai, Ionel Robert Lupu, Ferenc Hugyec, dan Milah Karmilah.

Empat pelaku merupakan warga negara asing, yakni tiga orang warga Romania dan seorang warga Hongaria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *