Nambang Bitcoin di Fasilitas Nuklir, Ilmuwan Rusia Dicokok

Ilmuwan Rusiaditangkap aparat keamanan federal, karena menambang mata uang virtual Bitcoin pada Jumat 9 Februari 2018, waktu setempat.

Mereka melakukan aksinya dengan menggunakan superkomputer di Fasilitas Penelitian Nuklir Utama, Sarov, Rusia.

Mengutip situs Interfax, Sabtu 10 Februari 2018, meski tidak disebutkan berapa banyak ilmuwan yang dicokok, namun ini merupakan sinyal bahaya, karena dikhawatirkan pusat nuklir negeri Beruang Putih itu mudah diserang peretas (hacker).

“Kami menemukan ada upaya penggunaan fasilitas teknologi untuk kepentingan pribadi untuk menambang Bitcoin. Ini sangat tidak disetujui. Kami sudah mengamankan mereka,” bunyi keterangan resmi Pusat Penelitian Nuklir Utama.

Superkomputer tidak memiliki jaringan yang terhubung ke internet, karena untuk mencegah gangguan apapun yang mungkin terjadi.

Namun, para ilmuwan tersebut mencoba membuat sambungan. Nahas, aksi mereka terendus pihak berwenang, sehingga mereka cepat ditangkap.

Kasus ini mirip dengan penemuan bahwa masih ada pelaku yang tidak diketahui dengan sengaja menginstal perangkat lunak Klandestin, untuk menambang Monero, salah satu mata uang virtual, menggunakan energi server.

Untuk menambang Bitcoin dan jenis mata uang virtual lainnya, membutuhkan daya komputasi yang besar dan energi dalam jumlah besar pula.

Sementara itu, tidak hanya di pusat nuklir saja, ada laporan dari beberapa fasilitas industri lain di Rusia yang digunakan untuk melakukan aktivitas serupa.

Parahnya lagi, ada satu pengusaha, yang identitasnya masih dirahasiakan, membeli dua pembangkit listrik milik fasilitas industri tersebut untuk melanggengkan aksi penambangan.

Fasilitas nuklir di Sarov ini sangat rahasia, sehingga tidak dicantum di peta dunia. Sedangkan superkomputer, merupakan sebuah komputer yang memimpin di dunia dalam kapasitas proses, terutama kecepatan penghitungan.

Superkomputer diperkenalkan pada 1960-an yang didesain oleh Seymour Cray di Control Data Corporation (CDC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *