Meski High Risk, CEO Bitcoin Indonesia Yakini Prospek Investasinya Setara Emas

Uang virtual Bitcoin menunjukkan eksistensinya yang semakin melejit akhir-akhir ini. Banyak masyarakat yang tertarik untuk berinvestasi dengan uang virtual ini, meski Bank Indonesia(BI) belum melegalkan keberadaannya.

CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan mengatakan, Bitcoin memiliki prospek yang sama dengan emas. Dia melihat, investor cenderung mencari Bitcoin sebagai aset investasi yang aman di tengah ketidakpastian perekonomian dunia.

“Menurut saya sama dengan emas dan perak sebagai safe haven asset class. Sebuah komoditas digital asset,”.

Dia menjelaskan, meskipun masuk safe haven class, tapi Bitcoin juga memiliki risiko tinggi karena kinerjanya sangat bergantung pada permintaan dan penawaran investor lain. Dengan demikian, maka harga akan sangat bergantung pada jumlah barang.

Bahkan, menurutnya Bitcoin memiliki risiko yang sama dengan risiko investasi di pasar modal. “Karena sama dengan pasar komoditas pada umumnya, berdasarkan demand supply,” tuturnya.

Akan tetapi perbedaan yang paling mencolok dengan pasar modal adalah, keuntungan Bitcoin sulit diukur karena semuanya tergantung dari harga penjualan di pasar. Oleh karena itu, trading bitcoin lebih berserah kepada nasib. “No body knows karena demand supply tidak ada yang tahu. Market yang memutuskan,” tukas CEO Bitcoin ini.

Sebelumnya, Kepala riset komoditas global Goldman Sachs Jeffrey Currie mengatakan, investor yang berinvestasi di emas dan bitcoin sangat berbeda, sehingga melindungi permintaan emas. Pasalnya, ada kekhawatiran dari beberapa di pasar komoditas bahwa permintaan emas bisa tergelincir saat terjadi lonjakan pada harga bitcoin, mengingat kedua aset tersebut disukai oleh investor, dengan pola pikir serupa, yang secara umum tidak percaya aset tradisional.

Emas telah turun ke level terendah dalam hampir enam bulan dalam beberapa hari terakhir. Beberapa analis pun menyalahkan lonjakan bitcoin akan penurunan itu. Kepala strategi makro di ACG Analytics, Larry McDonald, mengatakan dia yakin meningkatnya permintaan bitcoin telah mendorong harga logam mulia tersebut ke level yang lebih rendah.

Menurutnya, dinamika dan karakteristik kedua aset tersebut juga sangat berbeda. Di mana bitcoin memiliki persediaan total matematis, dan emas memiliki pasokan terbatas di perut bumi, bahkan pemeriksaan sepintas menunjukkan dinamika pasar yang sangat berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *