Masuk Bursa Berjangka CME, Harga Bitcoin Malah Turun 6%

CME Group Inc, operator pertukaran derivatif terbesar di dunia, mulai memperdagangkan futures bitcoin pada awal pekan ini. Kontrak Bitcoin yang sempat dibuka pada level tertinggi saat ini, harus turun lebih dari 6% dalam setengah jam pertama.

Kontrak berjangka CME dibuka pada harga USD20.650 atau sekira 15.497 pound sterling, namun turun ke USD19.290. Kontrak Bitcoin sempat berada di bawah harga referensi USD19.500 yang ditetapkan oleh bursa berjangka untuk Januari.

Harga referensi, di mana batas harga ditetapkan, untuk kontrak Februari sebesar USD19.600, sementara untuk Maret sebesar USD19.700 dan untuk Juni sebesar USD19.900.

Kontrak berjangka bitcoin minggu lalu di Cboe diperdagangkan terakhir di USD19.280, naik 6,5% pada hari itu. Sementara di bursa Bitstamp, Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan turun 1,7% menjadi USD18.640.

Peluncuran futures bitcoin dipandang sebagai langkah besar dalam mata uang digital menuju legitimasi yang harus mempermudah masuknya investor institusi besar. Volume pada CME baru-baru ini mencapai 287 kontrak. Pada debutnya hari Minggu lalu, Cboe menukar hampir 4.000 kontrak selama sesi penuh.

Bitcoin didirikan pada 2008 oleh seorang bernama Satoshi Nakamoto, dan merupakan mata uang digital pertama yang berhasil menggunakan kriptografi untuk menjaga agar transaksi tetap aman dan tersembunyi.

Pekan lalu, bursa derivatif berbasis Chicago Cboe Global Markets meluncurkan futures bitcoin, yang melihat lonjakan harga hampir 20% dalam debutnya. Beberapa investor percaya futures CME berjangka dapat menarik lebih banyak permintaan institusional karena harga penyelesaian akhir dimusnahkan dari banyak bursa.

Persyaratan margin di CME adalah 35%, sedangkan di Cboe, itu adalah 40%, yang mencerminkan volatilitas bitcoin. Sebaliknya, margin untuk kontrak berjangka S&P 500 hanya 5%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *