Kelompok Hacker Lazarus Bikin Skema Rampok Pakai Bitcoin

Lonjakan nilai mata uang digital Bitcoin di pasar global tidak hanya menarik perhatian investor ritel, tetapi kelompok penjahat siber yang berkaitan erat dengan Korea Utara.

Kelompok kejahatan siber bernama Lazarus sedang mengembangkan skema untuk mencuri kredensial online pengguna di industri Bitcoin, seperti dikutip situs Reuters, Sabtu, 16 Desember 2017.

Sebuah laporan yang diterbitkan perusahaan keamanan siber Amerika Serikat, Secureworks’s Counter Threat Unit (CTU), mencurigai Korea Utara berada di belakang kelompok Lazarus, yang menghubungkan mereka dengan kriminal dunia maya senilai US$81 juta (Rp1,09 triliun) tahun lalu di bank sentral Bangladesh dan studio Hollywood Sony.

“Mengingat kenaikan harga Bitcoin saat ini, kami menduga bahwa ketertarikan Korea Utara terhadap criptocurrency tetap tinggi dan kemungkinan melanjutkan aktivitasnya seputar kripto di Irak,” bunyi keterangan resmi Secureworks.

Harga Bitcoin diketahui terus meningkat hingga menembus US$20 ribu (Rp270 juta). Secureworks mengatakan bahwa bulan lalu pihaknya telah memantau sebuah kampanye email yang ditargetkan untuk mengelabui korban agar mengklik tautan yang dikompromikan untuk membuka lowongan pekerjaan.

Mereka yang mengklik tautan perekrutan terinfeksi oleh kode berbahaya dari dokumen terlampir di email yang menginstal perangkat lunak untuk mengambil alih kendali perangkat korban, yang memungkinkan peretas mengunduh malware atau mencuri data lebih lanjut.

Malware ini berbagi tautan teknis dengan mantan kampanye yang dipentaskan oleh kelompok Lazarus, yang diberi label oleh Secureworks ‘Nickel Academy’.

Upaya yang disebut “spearphishing” tampaknya telah disampaikan pada 25 Oktober 2017, namun aktivitas awal diamati oleh periset Secureworks yang berasal dari 2016.

Penggabungan baru-baru ini ke beberapa pertukaran Bitcoin di Korea Selatan telah diduga disebabkan oleh Korea Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *