Inikah Tanda-tanda Pecahnya Gelembung Cryptocurrency?

Investor kakap Warren Buffet dalam sebuah wawancara dengan CNBC mengatakan bahwa bitcoin dan segala jenis cryptocurrency (mata uang digital) lainnya akan berakhir buruk. Pernyataan Buffet semakin diperkuat dengan rencana Pemerintah Korea Selatan menutup perdagangan crypto.

“Dalam hal cryptocurrency secara umum, saya bisa mengatakan hampir pasti akan berakhir dengan buruk,” kata CEO dan chairman Berkshire Hathaway tersebut. “Tetapi, saya tidak tahu kapan dan bagaimana (crypto) akan berakhir”.

Buffet juga mengatakan perusahaan investasinya tidak akan mengambil posisi dalam jual beli bitcoin.”Kami tidak memiliki sepeserpun, tidak melakukan short sell sama sekali dan tidak akan pernah”.

Tangan kanan Buffet, Charlie Munger, juga mengatakan investasi bitcoin sudah memasuki teritori bubble dan memperingatkan bahwa cryptocurrency bisa berakhir buruk.

Sementara itu di Miami, penyelenggara sebuah konferensi menyetop pembayaran tiket menggunakan bitcoin karena transaksi memakan waktu lama, tidak praktis, dan memiliki biaya transaksi yang tinggi. Ironisnya, konferensi tersebut adalah North American Bitcoin Conference yang akan dilaksanakan pekan depan.

Microsoft dan platform video game Steam sudah lama meninggalkan bitcoin sebagai alat pembayaran karena tidak praktis dan terlalu volatil. Transaksi menggunakan bitcoin membutuhkan waktu sekitar 51 menit dibandingkan dengan kartu kredit atau transfer yang relatif instan.

Semenara itu di Korea Selatan hari ini, Kementerian Hukum Korea Selatan mengatakan pemerintah tengah menyusun rancangan undang-undang yang akan melarang semua jual beli cryptocurrency di Korsel. Korsel adalah salah satu pasar terbesar untuk bitcoin dan ethereum.

Menurut data CoinDesk, harga bitcoin sempat turun 12 persen menyusul pernyataan pemerintah Korsel. Saat ini bitcoin diperdagangkan di kisara US$ 13.233,71.

Di hari yang sama, Reuters melaporkan bahwa kepolisian dan direktorat pajak Korea Selatan merazia Coinone, platform jual beli cryptocurrency terbesar di Korsel, karena diduga mengemplang pajak.

“Beberapa petgas pajak dari Kantor Pajak Nasional merazia kantor kami minggu ini,” kata seorang karyawan Coinone. “Kepolisian juga menyelidiki perusahaan kami karena mereka mengira kami melakukan perjudian,” lanjutnya.

Bithumb, perusahaan cryptocurrency terbesar kedua di Korea Selatan, juga menjadi target kantor pajak. Kantor mereka digeledah petugas pajak pada Rabu (10/1).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *