Grup “Idol” Hingga Komedian Jadi Korban Peretasan Mata Uang Virtual

Sejumlah figur publik diketahui menjadi korban peretasan mata uang virtual dengan nilai 500 juta dollar AS atau setara sekira Rp 6,6 triliun. Peretasan itu terjadi di Jepang pada pekan lalu.

Mengutip Bloomberg, Rabu (31/1/2018), ada lebih dari 260.000 pengguna yang terdampak. Beberapa di antaranya adalah grup “idol” remaja, politisi, hingga komedian tersohor.

Grup idol tersebut beranggotakan delapan orang bernama Virtual Currency Girls, yang tampil unik menggunakan topeng. Manajemen grup ini memberikan gaji kepada anggota dengan mata uang virtual dan menempatkan 2 juta yen atau sekitar 18.400 dollar AS, yang setara kira-kira Rp 245 juta di pusat penukaran Coincheck.

Setelah peretasan tersebut, grup itu tidak bisa mencairkan uang dan akhirnya para personil tidak bisa digaji. Grup tersebut pada akhir pekan lalu mengadakan konferensi pers terkait peretasan itu.

Padahal, Virtual Currency Girls dalam lagunya memberikan saran pada masyarakat mengenai penggunaan mata uang virtual, antara lain waspada apabila membeli dalam jumlah besar, serta sebaiknya gunakan dompet fisik saja.

Korban lainnya adalah Takeshi Fujimaki, politisi oposisi yang pernah menjabat sebagai penasihat investor George Soros. Ia memiliki bitcoinsenilai lebih dari 10 juta yen di Coincheck, menurut unggahan pada akun Twitter pribadinya.

Selain itu, korban lain adalah Toki, anggota duet komedian Jepang Fujisaki Market. Ia bahkan menginvestasikan seluruh tabungannya di pusat penukaran mata uang virtual.

Akhir pekan lalu, Coincheck menyatakan akan mengganti rugi uang pengguna yang hilang dengan menggunakan dana internal perusahaan. Namun, Coincheck tidak merinci kapan atau informasi mendalam mengenai dana tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *