Google Bakal Larang Iklan Cryptocurrency, Harga Bitcoin Turun

Harga bitcoin turun ke kisaran US$8.000 pada hari Rabu (14/3/2018), menyusul pemberitaan atas rencana Google untuk melarang pemuatan iklan yang berkaitan dengan cryptocurrency.

Google pada Rabu mengumumkan memperbarui kebijakan layanan keuangannya yang akan membatasi iklan untuk cryptocurrency dan konten terkait mulai bulan Juni.

Berita ini muncul saat Google merilis laporan iklan tahunannya yang berupaya memenuhi prinsip ‘kepercayaan dan keamanan’.

Google mengatakan telah menghapus lebih dari 3,2 miliar iklan pada tahun 2017 yang melanggar kebijakan-kebijakannya. Angka ini lebih besar hampir dua kali lipat dari 1,7 miliar pada tahun sebelumnya.

“Kami tidak memiliki proyeksi untuk mengetahui bagaimana masa depan cryptocurrency, tapi kami telah melihat konsumen yang dirugikan ataupun potensi kerugian konsumen sehingga itu merupakan area yang ingin kami dekati dengan sangat hati-hati,” terang Scott Spencer, Director of sustainable ads di Google.

Aksi serupa sebelumnya dilakukan Facebook pada Januari. Harga bitcoin turun 12% pada akhir Januari setelah Facebook mengumumkan akan melarang iklan soal opsi biner, initial coin offering (ICO), dan cryptocurrency.

Raksasa media sosial tersebut menyatakan akan melarang iklan untuk produk dan layanan keuangan yang kerapkali dikaitkan dengan praktik-praktik promosi yang menyesatkan atau menipu.

Terlepas dari kabar kemarin, Brian Kelly, CEO perusahaan investasi BKCM, mengatakan tindakan keras tersebut bisa menjadi sisi positif bagi mata uang digital.

“Ini hal yang baik untuk industri ini, iklan Facebook dan Google selalu menjadi ‘bendera merah’ untuk saya. Ini tidak berdampak pada harga,” ujar Kelly, seperti dikutip CNBC.

Kelly justru menghubungkan penurunan harga dengan kekhawatiran terhadap regulasi yang bersifat lebih global.

”Aksi jual didorong oleh ketakutan akan larangan lainnya dari China, yang kemungkinan akan keluar dalam 24 jam ke depan,” kata Kelly. Menurutnya, ini akan menjadi sesuatu yang tidak banyak berdampak karena sejatinya China telah melarang bitcoin sejak 2013.

Secara terpisah, subkomite Jasa Finansial Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat menggelar sesi dengar pendapat tentang cryptocurrency dan initial coin offering pada hari Rabu.

Harga bitcoin turun dari atas US$11.000 ke bawah US$9.000 pekan lalu menyusul sebuah pernyataan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS yang memperluas pengawasannya terhadap bursa pertukaran cryptocurrency, juga berita tentang akun-akun yang dikompromikan pada bursa pertukaran Binance yang berbasis di Hong Kong.

Jack Tatar, penulis “Cryptoassets: The Innovative Investor’s Guide to Bitcoin and Beyond”, yang berbicara tentang panduan untuk bitcoin, menunjukkan berlanjutnya ketidakpastian regulasi berperan dalam pergerakan harga pada hari Rabu.

“Kita memiliki kurangnya kejelasan tentang peraturan yang juga membebani seluruh ruang aset kripto, bukan hanya bitcoin,” ujara Tatar, menambahkan bahwa akan menggelisahkan jika harga bitcoin bergerak di bawah US$8.000.

Sementara itu, harga ethereum turun sekitar 9% dan diperdagangkan di kisaran US$627 pada pukul 1.30 siang waktu setempat, menurut CoinDesk. Harga bitcoin cash turun 9,1% dari level tertingginya dan diperdagangkan di kisaran US$971 pada Rabu.

Adapun harga ripple turun 8,6% dari saat dibuka dan diperdagangkan di kisaran 72 sen, menurut Coinmarketcap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *