Facebook Bakal Blokir Iklan Bitcoin

Facebook pada Selasa (30/1/2018), mengumumkan akan memblokir iklan yang mempromosikan berbagai produk dan layanan finansial yang berkaitan dengan cryptocurrencyatau mata uang digital.

Raksasa media sosial ini juga akan melakukan hal yang sama terhadap berbagai praktik yang dinilai menyesatkan seperti Initial Coin Offering (ICO/Penawaran Koin Perdana) dan binary option.

“Kami menciptakan sebuah kebijakan baru yaitu melarang iklan untuk mempromosikan berbagai produk dan layanan finansial, yang sering dikaitkan dengan praktik-praktik promosi menyesatkan seperti binary option, ICO dan cryptocurrency,” ungkap Director Management Product Facebook, Rob Leathern, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/2/2018).

Facebook juga akan mengimplementasikan kebijakan baru itu ke semua platform milik perusahaan. Selain Facebook, Audience Network dan Instagram pun akan memberlakukan kebijakan baru tersebut.

Kebijakan baru ini diberlakukan untuk membuat para pengguna terus merasa nyaman saat menggunakan semua layanan milik Facebook.

“Kami ingin orang-orang terus menemukan dan mempelajari tentang berbagai produk dan layanan baru melalui iklan Facebook tanpa takut ditipu. Konon, banyak perusahaan yang mengiklankan binary option, ICO dan cryptocurrency, tidak beroperasi dengan itikad baik,” ungkap Leathern.

Mata uang digital belakangan ini menjadi semakin populer, terutama bitcoin. Nilai bitcoin sendiri dinilai selaras dengan pencarian di Google Search.

Menurut Co-Founder DataTrek Research, Nick Colas, jika data pencarian di Google mengenai bitcoin mengalami peningkatan, maka hal tersebut akan berimbas pada nilainya. Semakin banyak yang melakukan pencarian soal bitcoin, maka nilainya akan ikut naik, begitu juga sebaliknya.

“Pencarian bitcoin saat ini benar-benar menurun. Jadi, nilai itu sama dengan kondisi nilai bitcoin sekarang,” tutur Colas.

Lebih lanjut, Colas menjabarkan bukti lain yang mendukung adanya pencarian bitcoin pada November tahun lalu. Saat itu, tren pencarian mengenai bitcoin meningkat ketika Thanksgiving 2017 di Amerika Serikat. Kondisi itu sejalan dengan jumlah dompet bitcoin yang terbentuk.

“Namun, beberapa hari kemudian, harga bitcoin jatuh, begitu pula dengan pencariannya,” sambungnya. Kendati demikian, Colas menilai masa depan bitcoin tidak terlalu mengkhawatirkan karena berbekal teknologi, investasi ini masih aman untuk jangka panjang.

Bitcoin masih menjadi kontroversi, tapi pertumbuhannya harus diakui cukup signifikan. Hal ini membuat sektor keamanan bitcoin juga harus ditingkatkan.

Oleh karena itu, Technical Consultany dan Cybersecurity Engineer dari Penta Security, Niyikiza Aimable, memperkirakan bitcoin akan mendominasi tren keamanan siber 2018.

“Bitcoin mungkin akan mendominasi. Ini bisa menjadi target empuk para penjahat siber karena kita tahu bitcoin dan mata uang digital, sifatnya sangat anonim. Ini yang harus dijadikan sorotan.”

Selain bitcoin, Aimable juga mengungkap beberapa fenomena lain yang kemungkinan besar akan menjadi tren keamanan siber pada 2018. Salah satunya evolusi serangan ransomware dari PC ke perangkat IoT (Internet of Things) seperti perangkat smart home.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *