Edan, Bocah 11 Tahun Nulis Buku tentang Bitcoin

Andrew Courey (11) seperti kebanyakan anak-anak seusianya. Ia bermain ponsel atau game dan bergurau dengan saudara maupun orangtua di saat tidak bersekolah.

Namun, ia memiliki kelebihan. Pada usianya yang masih belia, Courey sudah membuat buku tentang uang digital, Bitcoin, yang berjudul “Early Bird Gets The Bitcoin: The Ultimate Guide To Everything About Bitcoin”.

Mengutip situs Business Insider, Senin, 26 Februari 2018, buku ini sudah dijual di toko online seperti Amazon Kindle dan e-book seharga US$$3 (Rp40 ribuan) pada Januari kemarin.

Sementara, untuk offline, baru dirilis dan dihargai US$10 (sekitar Rp135 ribu). Buku setebal 57 halaman ini membahas tentang sejarah Bitcoin, Bitcoin Wallet atau Dompet Bitcoin, uang kripto atau cryptocurrency, dan penawaran koin awal atau ICO.

Salah satu tujuan utama Courey meluncurkan buku ini adalah untuk menemukan analogi dunia nyata antara Bitcoin dan Blockchain, sehingga pemain pemula bisa memahami konsep-konsep yang ‘asing dan sangat rumit’ pada uang digital.

Ia lalu membandingkan teknologi blokir buku besar terdistribusi pada file Google Docs yang dibagikan ke semua orang yang hanya bisa diedit dengan membeli atau menjual Bitcoin.

Selain itu, Courey berusaha menjelaskan Dompet Bitcoin, tempat menyimpan Bitcoin dengan aman dan mudah, yang mirip seperti nomor rekening bank yang terdiri dari kombinasi huruf dan angka sebanyak 26-35 digit.

“Analoginya, seperti kita membayangkan ada kotak surat. Tukang pos bisa membuka dan menyimpan surat ke kotak, atau hanya orang yang memiliki kunci kotak yang bisa mengambil surat tersebut,” ujar Courey menjelaskan.

Courey juga menyimpulkan bahwa di setiap bab bukunya ini saling terkait dengan temuan ‘fakta yang menyenangkan’. Di akhir bab membahas tentang menambang Bitcoin, ia menulis bahwa jumlah penambang Bitcoin saat ini diperkirakan lebih dari 159 negara.

“Siapa pun bisa belajar tentang uang digital kalau mereka bersedia menghabiskan waktunya 70 sampai 80 jam. Seluruh isi buku ditulis dengan bahasa sangat sederhana sehingga sangat mudah dibaca dan dimengerti,” ujar anak yang masih tinggal bersama orangtua dan adik perempuannya di Wellesley, Massachusetts, AS ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *