Dimotori Bitcoin, Nilai Pasar Cryptocurrency Diprediksi Naik Lagi

Mata uang kripto (cryptocurrency) diyakini dapat kembali bullish bahkan lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu. Nilai pasarnya pun diprediksi dapat menembus US$1 triliun tahun ini, setelah terpukul aksi jual gede-gedean beberapa waktu terakhir.

Bitcoin, sebagai contoh, telah mengalami penurunan besar dalam beberapa hari terakhir, dengan merosot ke bawah US$6.000 pada Selasa (6/2/2018), untuk pertama kalinya sejak pertengahan November.

Meski demikian, cryptocurrency paling populer tersebut mampu pulih dan diperdagangkan di atas level US$7.000 hari ini, Rabu (7/2/2018), seiring stabilnya pasar cryptocurrency.

Saat mencapai titik terendahnya awal pekan ini, total nilai pasar cryptocurrencymenyusut lebih dari US$550 miliar. Namun begitu, sejumlah pakar dalam industri tersebut melihat potensi reli baru di masa mendatang.

“Peningkatan pengakuan peraturan atas bursa pertukaran cryptocurrency, masuknya modal institusi, dan kemajuan teknologi akan berkontribusi terhadap rebound pasar serta mendorong harga cryptocurrency ke level tertinggi baru tahun ini,” ujar Thomas Glucksmann, kepala pengembangan bisnis APAC di bursa cryptocurrency Gatecoin.

“Tidak ada alasan mengapa kita tidak bisa melihat bitcoin mencapai US$50.000 pada Desember,” lanjutnya, seperti dikutip dari CNBC.

Kemajuan teknologi yang dimaksud Glucksmann antara lain Lightning Network, yang akan meningkatkan kecepatan transaksi yang sangat lambat dengan menggunakan cryptocurrency.

“Salah satu sentimen untuk kondisi bullish itu, atau katalis untuk pemulihan, adalah rilis instrumen dengan dukungan cryptocurrency lainnya yang terdaftar di bursa utama. Hanya masalah waktu saja sampai kita memiliki ETF (exchange-traded fund) yang didukung cryptocurrency,” tambah Glucksmann.

Tahun lalu, CME dan CBOE merilis produk bitcoin futures yang bisa diperdagangkan. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, CEO Nasdaq Adena Friedman mengatakan kepada CNBC bahwa bursa pertukaran tersebut terus mencermati cryptocurrency futures.

Pasar cryptocurrency juga masih belum memiliki ETF bitcoin atau ETF pada pasar. ETF melacak harga sebuah aset dan memungkinkan pelaku pasar melakukan perdagangan bitcoin tanpa harus membeli mata uang digital tersebut di bursa pertukaran..

Aksi jual cryptocurrency baru-baru ini terjadi setelah kenaikan harga yang sangat besar untuk banyak jenis cryptocurrency tahun lalu. Bitcoin naik hampir 1.300%, ethereum naik lebih dari 8.000%, dan ripple melonjak lebih dari 32.000%. Meski kenaikan harga sangat besar, beberapa pakar berpikir bahwa tahun ini bisa lebih besar lagi.

“Kami yakin setelah Februari, pasar kemungkinan akan bullish, jika tidak lebih besar dari tahun lalu dengan potensi mencapai satu triliun dolar,” ujar Jamie Burke, CEO Outlier Ventures, perusahaan modal ventura yang berfokus pada investasi blockchain.

Banyak yang berpendapat bahwa bitcoin dan cryptocurrency lainnya tidak memiliki nilai fundamental. Tetapi ada juga yang berpendapat token digital seperti ethereum, yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi blockchain baru, bisa bernilai di masa depan seiring kemajuan dan perkembangan industri ini.

Beberapa perusahaan seperti IOTA dan NEO mencoba membuat platform blockchainyang dapat dikembangkan oleh pengembang. Aplikasi tersebut dapat didukung oleh token IOTA atau NEO. Hal yang sama berlaku untuk ethereum.

Mick Sherman, salah satu pendiri dan CEO Hercules Tech, sebuah perusahaan ilmu data yang fokus pada data blockchain dan data besar, mengatakan bahwa mata uang digital ini bisa mengalami apresiasi harga terbesar tahun ini.

Di sisi lain, Sherman juga mengingatkan banyak proyek blockchain yang baru bisa direalisasikan bertahun-tahun lagi dan lebih banyak bubble bisa muncul.

“Sifat revolusioner teknologi blockchain adalah apa yang mendorong hype. Meskipun kita masih jauh dari aset berbasis blockchain yang layak, kita mungkin akan melihat beberapa bubble lagi,” kata Sherman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *