Bitcoin Anjlok 30%, Bubble Akan Segera Pecah?

Mata uang digital atau cryptocurrency Bitcoin anjlok 30 persen dalam periode kurang dari 24 jam. Kelompok yang skeptis mengatakan mata uang ini berada di zona bubble dan bakal segera anjlok tanpa adanya regulasi dari pemerintah atau pengawasan dari perusahaan.

Bitcoin anjlok dari US$ 17.500 ke US$ 12.000 dan membuat investor panik, sementara investor pasar modal tenang-tenang saja.

Di forum Reddit, salah satu tempat di mana investor Bitcoin mencari informasi, orang-orang mengunggah nomor telepon untuk hotline pencegahan bunuh diri bagi investor yang syok.

Pada awalnya, Bitcoin mendapatkan reputasi buruk sebagai sarana pencucian uang untuk jaringan narkoba dan hal-hal korup lainnya, tetapi beberapa bulan terakhir, lembaga investasi dan investor umum mulai tergiur melihat naiknya investasi Bitcoin yang bisa mencapai ribuan persen. Bitcoin naik dari US$ 1.000 di awal tahun hingga mencapai US$ 19.000 pekan ini.

Ketika Bitcoin anjlok pada Kamis dan Jumat lalu, banyak investor yang tidak siap. Hampir semua cryptocurency terkena imbasnya seperti Ethereum, EOS, dan ZCash.

Kepada New York Times, Vadim Semenov (24) seorang programmer dari New York mengaku berutang US$ 35.000 untuk membeli Bitcoin pada hari Senin ketika harganya di kisaran US$ 19.000. Tetapi, ketika Bitcoin anjlok, dia panik. Dia memutuskan untuk menahan Bitcoin yang telah dia beli hingga harganya naik lagi. Saat ini Bitcoin berada di kisaran US$ 13.400 menurut data Blockchain.info.

Coinbase, platform jual beli Bitcoin yang terkenal di AS, telah beberapa kali mengalami gangguan teknis akibat banyaknya permintaan dari investor baru, dan juga akibat dari banyaknya investor yang menjual Bitcoin mereka.

Kelompok yang skeptis mengatakan masa kejayaan Bitcoin akan segera lewat. William F. Galvin dari regulator sekuritas Massachussets memperingatkan investor untuk berhati-hati. “Bitcoin adalah contoh terkini dari spekulasi yang menjadi bubbleinvestasi yang mudah meletus. Investor nantinya hanya memiliki produk yang tidak bernilai. Perkembangan terakhir menunjukkan Bitcoin bukan instrumen investasi yang aman”.

Michael Novogratz, mantan partner Goldman Sachs, mengatakan beberapa bulan lalu dirinya memulai mendirikan hedge fund cryptocurrency senilai US$ 500 juta. Dia tadinya yakin Bitcoin bakal menyentuh US$ 40.000. Tetapi Jumat lalu dia membatalkan rencana hedge fund itu karena dia tidak mau berurusan dengan “sisi emosional skizofrenik” dari Bitcoin. Dia memperkirakan dalam waktu dekat Bitcoin bakal turun ke US$ 8.000.

Naik-anjloknya Bitcoin secara drastis bukan hal baru. Pada 2013, Bitcoin pertama kalinya menembus US$ 200 lalu anjlok. Di tahun yang sama, pemain-pemain dari Tiongkok mendorong Bitcoin melambung ke US$ 1.200 lalu anjlok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *