Bitcoin Adalah Gelembung, Anda Percaya? Ini Kata Investor Ternama Dunia

Harga bitcoin secara mengejutkan menembus US$19.000 untuk pertama kalinya pada Kamis (07/12), hanya dalam waktu kurang dari 24 jam setelah menembus US$14.000.

Pada perdagangan di bursa penukaran Coinbase, harga bitcoin sempat menyentuh level tertingginya di US$19.340 sebelum turun lebih dari 20% ke US$15.198,63. Kemudian pada pukul 4 sore waktu New York, bitcoin diperdagangkan di US$16.362,99.

Seringkali ada perbedaan harga yang signifikan pada bursa penukaran bitcoin yang berbeda. Sejumlah nama besar di Wall Street menyambut keberadaan mata uang digital terpopuler tersebut, termasuk co-founder Fundstrat Tom Lee dan investor Bill Miller. Satu keluarga di Belanda bahkan mempertaruhkan segalanya untuk bitcoin.

Di sisi lain, ada pula yang bersikap skeptis dan menyangsikan masa depannya. Bagaimana dengan Anda sendiri, apakah Anda juga menyangsikan bitcoin? Dihimpun dari laman CNBC, Jumat (8/12/2017), berikut pendapat sejumlah investor ternama:

Jamie Dimon
Menurut Dimon, bitcoin adalah suatu bentuk ‘penipuan’. Dalam suatu konferensi yang diselenggarakan CNBC dan investor institusi, ia berkata bahwa bitcoin bukan hal yang nyata dan perjalanannya akan berakhir.
Pada konferensi lain yang digelar Barclay, CEO JPMorgan Chase ini bahkan mengatakan bahwa fenomena bitcoin lebih buruk dari ‘gelembung’ (bubble) tulip dan tidak akan berakhir baik.
Demam bunga tulip (Tulipomania) adalah keadaan yang pernah menyapu Belanda pada abad ke-17, ketika para spekulan menjual bunga tulip yang secara virtual hampir tidak bernilai dengan harga selangit. Kondisi itu tidak berakhir dengan baik.

Michael Novogratz
“Saya pikir ini [mata uang digital] akan menjadi ‘gelembung’ terbesar dalam masa hidup kita,” kata mantan manajer hedge fund Fortress dalam sebuah konferensi bitcoin yang diselenggarakan CoinDesk.“Ini adalah ‘gelembung’ dan ada banyak ‘kecurangan’. Kami melihat banyak proyek dan beberapa didanai, mereka benar-benar terlihat seperti Ponzi. Ada banyak ‘buih’ dan ‘kecurangan’ dalam hal menarik seperti ini,” lanjutnya, merujuk pada modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor.
Pernyataan Novogratz justru muncul tak lama setelah ia memprediksikan bahwa bitcoin dapat menyentuh US$40.000 pada akhir 2018 serta kenaikan pada cryptocurrencylainnya seperti ethereum.

Mark Cuban
Menurut miliarder ini, tidak masalah jika menginvestasikan hingga 10% tabungan Anda dalam investasi berisiko tinggi, termasuk bitcoin dan ethereum. “Anggap saja Anda telah kehilangan uang Anda,” katanya kepada Vanity Fair.

Jim Cramer
“Bitcoin adalah murni pertaruhan,” ujar Cramer, seorang mantan manajer hedge fund dan penulis ternama.
“Ini seperti uang Monopoli. Jelas, ada orang yang menggunakannya. Jika Anda pernah mengatakan hal buruk tentang hal itu, seperti akan ada mafia bitcoin yang datang mengejar Anda. Tapi itu adalah keanehan yang tidak ada hubungannya dengan kita sebagai investor,” lanjutnya.
“Maksud saya, jika Anda ingin berjudi, pergilan ke Vegas. Vegas tempat yang luar biasa.”

Howard Marks
“Menurut saya, mata uang digital tidak lain adalah mode yang tidak berdasar (atau mungkin juga skema piramida), berdasarkan kesediaan untuk menganggap nilai pada sesuatu yang sedikit atau tidak ada melebihi apa yang orang akan bayar untuk itu,” ujar investor dan co-chairman Oaktree Capital.

Tony Robbins
“Saya pikir [bitcoin] tidak pasti. Saya tidak tahu apa-apa. Saya melihatnya seperti halnya Vegas. Dengan kata lain, Anda bisa bertaruh jika siap untuk kehilangan,” kata miliarder dan penulis ‘Money: Master the Game’ ini.
Robbins sendiri mengarahkan sejumlah uangnya ke hal-hal berisiko namun tidak bergantung padanya. Prinsipnya adalah, “Saya tahu ini yang saya investasikan ini hanya untuk bersenang-senang, saya tahu saya bisa kalah, ini Vegas.”

Jack Bogle
“Hindari bitcoin seperti halnya Anda menghindari wabah penyakit, jelas?” kata pendiri perusahaan manajemen investasi Vanguard tersebut menanggapi pertanyaan yang muncul dalam suatu acara.
“Bitcoin tidak memiliki tingkat pengembalian yang mendasari. Anda tahu obligasi memiliki kupon bunga, saham memiliki laba dan dividen, sedangkan emas tidak memiliki apa-apa. Tidak ada yang mendukung bitcoin kecuali harapan bahwa Anda akan menjualnya kepada seseorang lebih dari yang Anda bayarkan untuk itu,” tukas Bogle.

Ken Griffin
“Bitcoin saat ini memiliki banyak elemen mania ‘gelembung tulip’ yang terjadi ratusan tahun yang lalu di Belanda,” kata manajer hedge fund ini dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CNBC.
Meski demikian ia percaya bahwa teknologi blockchain yang mendukung cryptocurrencyini adalah valid. “Blockchain adalah teknologi yang sangat menarik. Ini akan memiliki beberapa aplikasi yang sangat mendalam bagi masyarakat selama bertahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *