5 Hal yang Dibawa Perubahan Teknologi Sepanjang 2017

Perkembangan teknologi atau yang biasa disebut dengan Revolusi Industri 4.0 telah mengubah kehidupan kita sepanjang 2017 lalu. Pendiri World Economic Forum (WEF) Klaus Schwab mengatakan bahwa teknologi mampu mengubah cara kerja masyarakat, ekonomi, bahkan mempertimbangkan kembali kemanusiaan kita.

“Pertanyaan yang biasanya muncul adalah bagaimana intelijensia buatan mempengaruhi kita, atau bagaimana cryptocurrencymempengaruhi inklusi sosial atau aktivitas kriminal, dan kemampuan apa yang dibutuhkan di era di mana teknologi sangat berkuasa?” kata Schwab.

Schwab mengatakan proses adaptasi, dalam bentuk infrastruktur dan regulasi, saat ini belum bisa mengimbangi kecepatan perkembangan teknologi.

“Dibutuhkan cara berpikir yang baru dari semua stakeholder, pemerintah perlu mencari pendekatan baru untuk meregulasi teknologi. Pemerintah perlu lebih ‘lincah’ dalam menghadapi kecepatan perkembangan teknologi. Bagi kalangan bisnis, yang dibutuhkan adalah kemauan untuk bereksperimen,” kata Schwab.

Berikut adalah lima hal yang diubah RE 4.0 sepanjang 2017:

1. Etika dalam teknologi
Perusahaan teknologi besar mulai memahami dampak sosial dan implikasi etis dari perkembangan teknologi. Pada 2017, Google mendirikan Unit Ethics and Society untuk mengawasi dampak sosial teknologi mereka. New York University mendirikan AI Now Institute. Pada Maret 2017, WEF meluncurkan Pusat Revolusi Industri Keempat di San Fransisco.

2. Kegilaan crypto
Bitcoin dimulai pada tahun 2009 sebagai sebuah tren di segelintir orang (niche). Pada 2017 lalu, bitcoin booming dan menjadi arus utama. Sepanjang 2017, bitcoin naik 2.000 persen, sehingga menimbulkan potensi bubble. Menjamurnya bitcoin adalah tanda hilangnya kepercayaan terhadap institusi keuangan tradisional.

3. Pergeseran geoteknologi dari Barat ke Timur
Pusat perkembangan intelijensia buatan (Artifical Intelligence/AI) berada di Barat sejak 1950-an tetapi pada 2017, tampaknya masa depan AI berada di Timur. Tiongkok adalah pemimpin global dalam perkembangan teknologi AI. Pemerintah Tiongkok mendorong pengeluaran riset AI, sementara AS mengurangi anggaran AI. Tiongkok juga diprediksi akan melewati AS dalam hal riset medis.

4. Ekonomi model platform, dari euforia menjadi reaksi buruk
Model bisnis seperti Uber dan AirBnB yang memanfaatkan platform aplikasi menimbulkan gangguan (disruption) terhadap model tradisional. Pada awalnya model bisnis platform mendapatkan dukungan dari masyarakat namun belakangan, terdapat reaksi buruk terkait masalah gaji, pajak, regulasi,persaingan tidak sehat, dll.

5. Masalah cybersecurity
Pada tahun 2017 terdapat dua serangan siber terbesar yaitu ransomware WannaCry dan NotPetya. Keamanan siber tidak hanya mengancam privasi data tetapi juga sistem kesehatan dan energi yang memiliki dampak langsung ke masyarakat. Serangan siber juga bisa menyerang sistem pemilu seperti dugaan serangan siber Rusia terhadap Pilpres AS yang saat ini masih dalam penyelidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *